Your Ad Here

Tuesday, September 9, 2008

UGM "PENANAMAN PADI SUPERTOY BERBAHAYA"

Super Toy Itu Varietas Lama
Seorang petani memperlihatkan bulir-bulir padi Super Toy HL-2 yang gagal panen di sawahnya di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (5/9). Atas kegagalan itu, petani menuntut ganti rugi kepada investor proyek, PT Sarana Harapan Indopangan, sebesar total Rp 1,6 miliar.
YOGYAKARTA, Tim Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada menilai padi Super Toy HL-2 termasuk dalam kelompok jenis padi tipe lama yang lazim dibudidayakan petani hingga sekitar dekade 50-an.
Menurut Peneliti Padi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Djoko Prajitno, jenis padi yang dahulu dikenal sebagai “pari Jawa” ini memiliki kelemahan, yaitu tidak tahan hama dan jumlah panenan sedikit. Oleh karena itu, metode ratooning (menumbuhkan batang padi yang sudah dipanen) yang digunakan untuk memanen padi Super Toy HL-2 dikhawatirkan memicu ledakan hama dan penyakit padi.
“Penyakit-penyakit padi yang mungkin meledak itu di antaranya wereng yang biasanya diikuti virus, hama penggerek batang, dan ganjur. Dengan metode panen ini, hama dapat menyebar ke ratusan hektar sawah dalam semalam,” kata Djoko Prajitno kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (9/9).
Metode panen ratooning adalah memanen padi dengan membabat batangnya dan membiarkan tumbuh singgang lagi sehingga bisa dipanen lagi pada masa panen berikutnya. Dengan metode ini, panen bisa terjadi dua hingga tiga kali dalam setahun tanpa ada proses penanaman ulang. Namun, metode ini tidak mengenal pemutusan siklus kehidupan hama dan penyakit yang dalam semalam dapat menyebar ke ratusan hektar sawah.
Penilaian bahwa Super Toy HL-2 termasuk padi tipe lama, kata Djoko, berdasarkan pada penampilan luar (phenotype) padi. Bila dibandingkan dengan varietas padi yang umum ditanam petani saat ini, padi Super Toy HL-2 itu relatif lebih tinggi, jumlah anakan sedikit, daun terkulai, dan malai lebih panjang.
Djoko mengatakan, padi tipe lama juga tidak tahan hama dan penyakit. Pada tanaman rawan hama dan penyakit seperti padi tipe lama itu, potensi metode ratooning untuk memicu ledakan hama dan penyakit akan lebih besar.
Oleh karena itu, metode panen ratooning perlu segera dihentikan dan pengujian ketahanan padi Super Toy HL-2 terhadap hama dan penyakit tanaman perlu segera dilakukan. “Apalagi untuk wilayah dengan budidaya padi intensif seperti di Pulau Jawa, metode ini sangat tidak dianjurkan karena bisa menyebabkan musibah pertanian,” kata Djoko.
Selain tak tahan hama dan penyakit, padi tipe lama hanya berpotensi menghasilkan panenan lebih sedikit, yaitu empat ton per hektar tiap kali panen daripada padi hibrida yang dapat menghasilkan sekitar delapan ton per hektar setiap panen.


No comments: